SHARP Greenerator Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

25 February 2018

Pengelolaan sampah masih menjadi salah satu masalah yang sulit dihindari bagi masyarakat Kota Bogor. Selain jumlahnya yang melimpah yaitu sekitar 600 ton sampah per hari*, kebanyakan sampah yang dihasilkan merupakan sampah plastik yang memiliki kecenderungan untuk terurai lebih lama dari 500 hingga 1.000 tahun lamanya. Untuk itu, Kota Bogor sebagai daerah hulu patut mendapat perhatian lebih dalam penanggulangan sampah agar tidak berdampak buruk bagi daerah hilir di sekitarnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut sekaligus bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional di tanggal 21 Februari lalu, komunitas anak muda peduli lingkungan yaitu SHARP Greenerator menggelar aksi kampanye SHARP Greenerator Bombastik (Bogor Menuju Bebas Sampah Plastik) yang diselenggarakan pada hari Minggu, 25 Februari 2018 di sepanjang area Car Free Day (CFD) Bogor.

Kampanye ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang terdiri dari anggota SHARP Greenerator termasuk beberapa relawan yang direkrut langsung oleh para anggota untuk membantu langsung berjalannya acara ini. Kampanye ini juga disupervisi langsung oleh dua dari organisasi non-nirlaba yang menjadi rekanan SHARP Greenerator yaitu Borneo Orang Utan Survival Foundation (BOSF) dan Transformasi Hijau (Trashi).

Berbeda dari aksi jalanan sebelumnya, kali ini SHARP Greenerator membawa sejumlah misi yang berkaitan dengan penanggulangan sampah di Kota Bogor hingga keanekaragaman hayati. Sebagai langkah awal dari misi ini, SHARP Greenerator menyiapkan kuesioner berisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan sampah untuk 100 responden dari berbagai umur di area CFD.

"Dalam aksi turun ke jalan hari ini, kami ingin mengenalkan langsung tentang SHARP Greenerator, kemudian memberikan pertanyaan lewat kuesioner yang sudah kami susun mengenai kepedulian mereka akan sampah. Hal ini dilakukan untuk mendukung keinginan kami dalam membuat program lingkungan yang berkelanjutan dan tepat sasaran dengan kondisi Bogor saat ini," ujar Prima Yulina, Presiden SHARP Greenerator terpilih periode 2018 - 2021.

Seraya mengenalkan SHARP Greenerator dan membagikan kuesioner, setiap anggota SHARP Greenerator juga turut membagikan botol minum isi ulang dan tas kain. Selain sebagai intensif atas kerja sama masyarakat dalam mengisi kuesioner, hadiah ini juga ditujukan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mengganti botol minuman plastik maupun kantong plastik dengan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan.

"Meski Car Free Day bertujuan baik untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, kami justru melihat permasalahan lain yaitu banyaknya sampah yang dihasilkan dari kegiatan ini, terutama sampah plastik. Maka dari itu, setiap anggota SHARP Greenerator juga sekaligus melakukan pendekatan dan mengajak pelan-pelan masyarakat Bogor yang saat ini membawa hasil belanja dalam kantong plastik agar segera memindahkannya dengan tas kain yang sudah kami siapkan," imbuh Prima.

Atraksi lain yang turut menyedot perhatian masyarakat di area CFD Bogor adalah hadirnya ikon orangutan yang turut mendampingi anggota SHARP Greenerator dan relawan ke jalan. Hadirnya orangutan ini selaras dengan misi lain yang dibawa SHARP Greenerator untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati terutama untuk satwa yang nyaris punah seperti orangutan.

Anggota SHARP Greenerator juga turut menceritakan dan membagikan pengetahuan yang mereka dapatkan melalui kunjungan ke Pusat Primata Schmutzer bersama SHARP dan BOSF pada Juli 2017 lalu kepada masyarakat Bogor. SHARP Greenerator juga turut menjelaskan kondisi orangutan di Indonesia saat ini dan alasan perlunya menjaga salah satu primata yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Kampanye SHARP Greenerator Bombastik di area CFD Bogor ini diharapkan mampu menularkan pesan positif bagi masyarakat untuk mengubah kebiasaan kecil dalam menghentikan sampah plastik. Selanjutnya, SHARP Greenerator juga akan merancang program lanjutan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.


*Sumber: Radar Bogor, 19 Februari 2018