
|
Jakarta, 26 January 2012 – Saat ini, baik dari sektor industri maupun rumah tangga membutuhkan lebih banyak energi untuk mendorong produktivitas dan juga meningkatkan kehidupan sehari-hari. Namun kita tidak dapat terus menerus mengandalkan bahan bakar fosil, dimana semakin hari ketersediaan sumber daya energi fosil khususnya minyak bumi, yang merupakan komponen utama penghasil energi listrik semakin menipis. Disamping itu energi fosil pun banyak meninggalkan jejak karbon ( CO2 ) pada saat proses pembakarannya.
|
Sudah saatnya bagi kita untuk memanfaatkan energi baru terbarukan seperti sinar matahari, angin, bio-massa, panas bumi dan sebagainya. Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik dimana sinar matahari di dapatkan secara gratis dari alam dan bebas dari CO2.
SHARP Corporation akan memasuki usianya yang ke -100 di tahun 2012, sejak didirikan pada tahun 1912 oleh Tokuji Hayakawa. SHARP memiliki misi untuk menciptakan suatu solusi yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan operasi bisinisnya.
SHARP memiliki tekad untuk berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang ramah lingkungan, sadar kesehatan, berfokus pada produk hemat energi dan juga menciptakan produk penghasil energi.
(ki-ka) DR. Hiroshi Morimoto-Group General Manager Solar System Development melakukan presentasi di dampingi SEID President Director, F. Iirie, SEID Sales & Marketing GM Koji Tokuda & Solar Panel Produk Marketing Budi Supomo di acara Seminar Pemanfaatan Listrik Tenaga Surya.
Lebih dari 50 tahun, SHARP telah melakukan pengembangan produk penghasil energi, di mulai pada pada tahun 1959, SHARP mulai melakukan pengembangan teknologi Solar sel-nya, pada tahun 1963 SHARP mulai memproduksi secara masal solar sel untuk beragam kebutuhan. Di tahun 1980 SHARP mulai melakukan penelitian dan pengembangan untuk Thin-film silicon Solar Cells.
Kini SHARP memproduksi kedua panel tersebut Thin-film and Crystalline solar modules. “Khusus Thin-film Solar memiliki fitur unik seperti menggunakan hanya 1 / 100 dari silikon, thin –film melalui proses yang lebih pendek dan tidak menganudung bahan berbahaya bagi lingkungan“ ucap Hiroshi Morimoto Group General Manager, Solar System Development Group Sharp Corporation Japan. Kondisi Indonesia yang memiliki sinar matahari di mana – mana dan sepanjang tahun membuat saya nantinya akan merekomendasikan teknologi ini untuk pasar Indonesia tambahnya.
Teknologi panel surya SHARP memiliki pengalaman untuk menawarkan solusi terbaik dalam meyelesaikan masalah energi. Produk panel surya SHARP mampu mengubah energi dari cahaya matahari menjadi energi tenaga listrik yang ramah lingkungan.
Pembangkit listrik tenaga surya adalah metode kompetitif dengan yang konvensional karena memiliki usia yang cukup panjang dalam penggunaannya, tidak ada bahan bakar yang dibutuhkan, rendah biaya operasional dan cepat dalam penginstalasiannya. Menurut asumsi umum, biaya tenaga surya akan cukup rendah setelah penyusutan.
Saat ini SHARP telah melakukan instalasi pembangkit listrik tenaga surya di Thailand, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Mongolia. Di Indonesia, SHARP menggunakan solar panelnya untuk menerangi papan reklamenya di Jl. Sudirman Jakarta dan Jl. Tuban, Denpasar, dan membangun photovoltaic tree di Taman Ismail Marzuki. SHARP berharap dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan Industri Energy Surya di Indonesia, menciptakan energy yang ramah lingkungan dan mampu menjangkau daerah paling terpelosok.
Sekilas Tentang PHOTOVOLTAIC:
SHARP sudah memulai R&D yang terfokus terhadap tenaga surya dan memproduksi panel sel surya PHOTOVOLTAIC untuk pertama kalinya di tahun 1959. PHOTOVOLTAIC SHARP telah terbukti dapat diimplementasikan dari luar angkasa sampai rumah seperti pada mercu suar tahun 1966, satelit Jepang tahun 1976, pabrik LCD TV AQUOS Kameyama 1 & 2 hingga kini, dan lainnya. Penggunaan modul SHARP PHOTOVOLTAIC secara meluas dapat mencegah perubahan iklim yang disebabkan oleh global warming. PHOTOVOLTAIC SHARP pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1980an. Kelebihan PHOTOVOLTAIC SHARP dibandingkan pembangkit tenaga listrik lainnya : • bersih & bebas polusi • beroperasi tanpa ada bagian yang perlu dibongkar pasang • menghasilkan listrik tanpa suara • hampir tidak memerlukan perawatan • listrik yang dihasilkan dapat dipergunakan untuk keperluan apapun dan di manapun tidak perlu investasi besar ataupun pengecekan keamanan seperti industri nuklir • tidak memerlukan biaya transportasi (atau resiko) seperti minyak, batubara, uranium dan plutonium • awet dan tahan lama
Cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan menggunakan Grid-Connected panel sel surya PHOTOVOLTAIC SHARP untuk perumahan : Modul sel surya PHOTOVOLTAIC SHARP merubah energi surya menjadi arus listrik DC. Arus listrik DC yang dihasilkan ini akan dialirkan melalui suatu inverter (pengatur tenaga) yang merubahnya menjadi arus listrik AC, dan juga dengan otomatis akan mengatur seluruh sistem. Listrik AC akan didistribusikan melalui suatu panel distribusi indoor yang akan mengalirkan listrik sesuai yang dibutuhkan peralatan listrik. Besar dan biaya konsumsi listrik yang dipakai di rumah akan diukur oleh suatu Watt-Hour Meters.
|