5 Pesepakbola yang Dilatih Ayahnya Sendiri di Pesta Sepak Bola Dunia

12 Jun 2018

Pesta Sepak Bola Dunia akan segera bergulir kembali. Digelar di Rusia, pertandingan akbar empat tahunan ini akan berlangsung 14 Juni hingga Juli 2018. Bagi orang Indonesia, turnamen akbar sepak bola ini nantinya pasti lekat dengan aktivitas nobar Pesta Sepak Bola Dunia.

Sejak pertama kali digelar pada 1930, Pesta Sepak Bola Dunia selalu menyuguhkan kisah menarik. Salah satunya yakni terkait dengan adanya keluarga dalam satu kesebelasan. Hubungan yang dimaksud adanya seorang ayah dan anak dalam satu kesebelasan.

Tercatat dalam sejarah, setidaknya dalam 22 edisi Pesta Sepak Bola Dunia terdapat lima pasangan ayah dan anak di ajang sepak bola terbesar Pesta Sepak Bola Dunia. Entah kebetulan atau tidak, berikut lima pasangan ayah dan anak yang pernah berada dalam satu tim di Pesta Sepak Bola Dunia.

1. Cesar dan Paolo Maldini - Italia

Sumber image : sports.inquirer.net

Tentu pecinta sepak bola Italia sudah tak asing lagi dengan sosok Cesare dan Paolo Maldini, khushnya bagi pendukung AC Milan. Baik Cesare maupun Paolo Maldini merupakan legenda AC Milan. Cesare telah mempersembahkan gelar Serie A untuk AC Milan sebanyak empat kali, yakni 1955, 1957, 1959, dan 1962. Cesare juga mengantar Milan memenangi Liga Champions 1963.

Sedangkan sang anak, Paolo Maldini tak kalah sukses. Bahkan, ia meraih tujuh scudetto bersama AC Milan (1988, 1992, 1993, 1994, 1996, 1999, 2004), satu Piala Italia (2003), serta lima Piala Super Italia (1988, 1992, 1993, 1994, 2004).

Keduanya pun sempat berkolaborasi di Timnas Italia untuk Pesta Sepak Bola Dunia 1998. Kala itu, Cesare ditunjuk sebagai pelatih dan Maldini pula yang menjadi pemainnya. Sayangnya, keduanya saat itu belum mampu mempersembahkan gelar Pesta Sepak Bola Dunia untuk Italia.

2. Zlatko dan Niko Kranjcar - Kroasia

Sumber image : Sportkeeda.com

Bagi penikmat Liga Inggris tentu masih ingat dengan Niko Kranjcar. Ia sempat bermain untuk kesebelasan Tottenham Hotspur pada musim 2009 hingga 2013. Tapi, tahukah kamu kalau Niko sempat membela Timnas Kroasia dan dilatih oleh ayahnya sendiri?

Ya, Niko sempat dilatih ayahnya Zlatko Kranjcar untuk Pesta Sepak Bola Dunia edisi 2006 yang berlangsung di Jerman. Zlatko sendiri merupakan pesepak bola yang cukup tersohor di Kroasia. Ia merupakan pemain nasional Krosia pada era 70-an. Semasa menjadi pemain, Zlatko telah mencetak 206 gol dari 474 laga.

Namun, kiprah Niko bersama Zlatko di Pesta Sepak Bola Dunia tak berlangsung mulus. Mereka bahkan tak mampu lolos dari fase grup.

3. Ilija and Dusan Petkovic - Serbia

Sumber image : sokkaa.com

Pada waktu yang sama, Serbia juga memiliki sepasang ayah dan anak di Pesta Sepak Bola Dunia. Mereka adalah ilija dan Dusan Petkovic. Keduanya sempat bahu membahu untuk Serbia di Pesta Sepak Bola Dunia 2006. Sayangnya, mereka mengalami nasib yang tak jauh berbeda dengan kolaborasi ayah dan anak dari Kroasia.

Mereka tak lolos dari fase grup. Bahkan keduanya mengalami dua kekalahan beruntun pada laga awal, kalah 0-1 dari Belanda dan dicukur 6-0 oleh Argentina.

4. Vladimir dan Vladimir Weiss - Slovakia

Sumber image : Zimbio.com

Pada edisi selanjutnya, kini giliran pasangan ayah dan anak yang hadir di Pesta Sepak Bola Dunia 2010. Mereka adalah duo Vladimir Weiss. Digelar di Afrika Selatan, kala itu Timnas Slovakia sempat tampil meyakinkan dengan berhasil lolos ke babak 16 besar.

Nahas, pada babak 16 besar mereka bersua tim kuat Belanda. Slovakia ditekuk tipis 1-2 oleh Wesley Sneidjer cs. Bahkan usai menyingkirkan The Falcon, Belanda bahkan berhasil melangkah ke partai final Pesta Sepak Bola Dunia.

5. Bob dan Michael Bradley - Amerika Serikat

Sumber image : angelsonparade.com

Masih di Pesta Sepak Bola Dunia Afrika Selatan delapan tahun silam, Amerika Serikat (AS) ternyata juga menyuguhkan kolaborasi ayah dan anak. Saat itu, Amerika Serikat dilatih oleh Bob Bradley dan anaknya Michael Bradley turut serta menjadi bagian tim nasional.

Akan tetapi kiprah mereka hanya mampu lolos ke fase grup. Saat melangkah ke babak 16 besar, Amerika Serikat dipukul mundur 1-2 oleh Ghana.

Kiprah ayah dan anak di Pesta Sepak Bola Dunia 2018 sepertinya masih belum terendus. Kendati demikian, Pesta Sepak Bola Dunia tetap akan menarik meskipun nantinya duet ayah dan anak selanjutnya belum ada di turnamen akbar empat tahunan ini.

Pesta Sepak Bola Dunia 2018 menarik untuk dinanti siapa yang akan menjadi juara. Pada edisi sebelumnya Jerman berhasil menjadi juara. Pada edisi kali ini diprediksi akan lebih ramai karena ada banyak tim kuat lainnya seperti Prancis, Brasil, Argentina, dan Portugal yang siap mengukuhkan diri sebagai juara.

 Persaingan mereka patut disaksikan bersama teman maupun sanak famili dengan menyelenggarakan nobar Pesta Sepak Bola Dunia. Namun, ketika menyaksikan pertandingan Pesta Sepak Bola Dunia tak bisa asal-asalan. Demi kenyamanan, posisikan televisi atau layar berada di tempat yang tepat. Pastikan jarak sudah aman dan nyaman demi menjaga kesehatan mata.

Agar nobar Pesta Sepak Bola Dunia 2018 lebih seru pakailah televisi berukuran besar. Hal ini akan memberikan kesan seperti menonton film di bioskop. Selain itu, aksi para bintang sepak bola akan semakin enak untuk disaksikan.

Untuk itu, sangat disarankan nobar Pesta Sepak Bola Dunia dengan TV Sharp AQUOS 8K EQUIVALENT. TV keluaran Sharp ini memiliki resolusi 8K yang membuat tampilan di pertandingan Pesta Sepak Bola Dunia jauh lebih berkesan.

Sharp memilik teknologi televisi paling canggih saat ini. Dengan Ultra Dynamic Range Pro, warna yang dihasilkan lebih nyata dan tajam untuk melihat para idola lapangan hijau menunjukan berbagai aksi di lapangan.  Pilihlah televisi terbaik Sharp yang akan membuat kesan nobar Pesta Sepak Bola Dunia 2018 Anda menjadi lebih seru.